• SMK MUHAMMADIYAH 2 SEMARANG
  • PERKASA (Percaya Diri - Energik - Religius - Kreatif - Adaptif - Santun - Amanah)

UNGGAH-UNGGUH CERMIN KARAKTER SISWA

Bahasa yang dipakai atau kata-kata yang ditujukan kepada orang lain itulah yang kita sebut unggah-ungguh basa. Unggah-Ungguh basa Jawa yang merupakan salah satu sumber pendidikan karakter tidak perlu diragukan keberadaannya. Karena dalam bahasa Jawa syarat akan nilai-nilai luhur yang merupakan substansi utama dari pendidikan karakter. Lebih luas lagi dalam bahasa dan sastra Jawa terkandung tata nilai kehidupan Jawa, seperti norma, keyakinan, kebiasaan, konsepsi, dan simbol-simbol yang hidup dan berkembang dalam masyarakat Jawa. Berbicara, selain memperhatikan kaidah-kaidah tata bahasa, juga harus memperhatikan siapa saja yang diajak berbicara. Berbicara kepada orang tua, atau yang lebih tua berbeda dengan berbicara pada anak kecil atau yang seusianya. Unggah-ungguh mempunyai dua pengertian yaitu unggah-ungguh yang berarti tata krama dan unggah-ungguh yang berkaitan dengan bahasa. Keduanya akan menentukan harga diri seseorang. Oleh karena itu peribahasa di atas dapat diartikan bahwa harga diri seseorang ditentukan oleh cara berbicara, berpakaian, dan bertingkah laku. Unggah-ungguh tidak hanya melibatkan bahasa, melainkan terkait dengan tata krama Jawa. Penguasaan unggah-ungguh, baik unggah-ungguh yang berkaitan dengan tata krama maupun unggah-ungguh yang berkaitan dengan bahasa akan menentukan harga diri seseorang. Seperti yang terdapat dalam unen-unen Jawa “ajining dhiri saka lathi, ajining raga saka busana, ajining awak saka tumindak”.

Unggah-ungguh merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan Jawa, khususnya unggah-ungguh basa. Apabila unggah-ungguh basa seseorang baik, maka tata kramanya pun akan baik pula. Unggah-ungguh basa berarti variasi bahasa, khusunya bahasa Jawa dan tata krama yang digunakan seseorang ketika berbicara dengan orang lain dengan melihat faktor usia, pendidikan, strata sosial, ekonomi, dan kedudukan. Orang yang mampu dalam hal unggah-ungguh basa jika berbicara / komunikasi dengan orang lain/mitra wicaranya,bahasa yang digunakan akan terdengar lebih sopan sehingga membuat lawan bicara/ mitra wicara senang mendengarnya. Orang lain yang tidak berhadapan pun, jika turut turut mendengar, akan mengatakan hal yang sama bahwa orang tersebut sopan dan bagus unggah-ungguhnya sehingga siapapun yang turut mendengar akan kagum. Dapat dijelaskan juga bahwa orang yang mahir dalam unggah-ungguh basa akan selalu mentaati tata bahasa yang terdapat dalam unggah-ungguh basa Jawa sehingga akan terbentuk tingkah laku yang baikdan membuat orang senang.

Menurut pendapat Sasangka (2004) bahwa1. Ragam Ngoko(a) Ngoko Lugu adalah bentuk unggah-ungguh bahasa Jawa yang semua kosa katanya berbentuk ngoko dan netral (leksikon ngoko dan leksikon netral). Dalam tuturan ngoko lugu, leksikon krama inggil, krama andhap, dan krama tidak muncul baik untuk O1, O2, maupun untuk O3. (b) Ngoko Alus adalah bentuk unggah-ungguh yang di dalamnya bukan terdiri atas leksikon ngoko dan netral saja, melainkan juga terdiri atas leksikon krama inggil, krama andhap, dan krama. Leksikon krama inggil, krama andhap, dan krama yang muncul dalam tuturan ngoko alus berfungsi untuk menghormati mitra wicara yaitu O1 dan O2.2. Ragam Krama) Krama Lugu adalah bentuk unggah-ungguh bahasa Jawa yang terdiri atas leksikon krama, ngoko, dan netral. Namun demikian dalam tuturan krama lugu juga dapat ditambah dengan adanya leksikon krama inggil dan krama andhap. Krama Alus yaitu bentuk unggah-ungguh bahasa Jawa yangkeseluruhan kosakatanya terdiri atas leksikon krama, baik leksikon krama inggilmaupun krama andhap atau krama lugu. Leksikon madya dan ngoko tidak pernahmuncul dalam tuturan tersebut.

 

Lahirnya pendidikan karakter bisa dikatakan sebagai sebuah usaha untuk menghidupkan spiritual yang ideal.Tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter karena karakter merupakan suatu evaluasi seorang pribadi atau individu serta karakter pun dapat memberi kesatuan atas kekuatan dalam mengambil sikap di setiap situasi. Pendidikan karakter pun dapat dijadikan sebagai strategi untuk mengatasi pengalaman yang selalu berubah sehingga mampu membentuk identitas yang kokoh dari setiap individu dalam hal ini dapat dilihat bahwa tujuan pendidikan karakter ialah untuk membentuk sikap yang dapat membawa kita kearah kemajuan tanpa harus bertentangan dengan norma yang berlaku.

Pendidikan karakter pun dijadikan sebagai wahana sosialisasi karakter yang patut dimiliki setiap individu agar menjadikan mereka sebagai individu yang bermanfaat seluas-luasnya bagi lingkungan sekitar. Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuannya untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Dahulu, pendidikan karakter lebih menekankan pada pentingnya aspek keluarga dalam hal pemberian nilai karakter. Bentuk nyata dari pembentukan karakter itu dimulai dengan memberikan nilai moral seperti memberikan rasa hormat kepada tradisi leluhur kepada setiap generasi penerus. Unsur dasar pendidikan karakter adalah memberikan nilai seperti mengutamakan kebaikan, kesetiaan, dan berperilaku sesuai dengan norma dalam masyarakat.

       Pendidikan karakter seharusnya membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara efektif, dan akhirnya ke pengalaman nilai secara nyata. Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hsil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.

       Dari uraian di atas dapat diambil simpulan bahwa dengan sikap dan tingkah laku siswa dalam unggah-ungguh di dalam berkomunikasi di sekolah maupun dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan masyarakat dapat menjadi cermin karakter seseorang.

 

Oleh : Dewi Witasari, S. Pd.

Guru Bahasa Jawa SMK MUHAMMADIYAH 2 Semarang

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Wujudkan Profil Pelajar Pancasila, SMK MUDA Hadirkan Pak Bhabin untuk Siswanya

Oleh: Jumaidi Iqbal*   Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan mata pelajaran yang khas dan unik dalam struktur Kurikulum Merdeka. Tujuan utama mapel ini yaitu mencet

26/01/2023 13:59 - Oleh Administrator - Dilihat 15 kali
SMK MUHAMMADIYAH 2 SEMARANG MENGGANDENG BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH SOSIALISASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA

Oleh: Silfiana Nur Indah Sari*   Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Pada masa ini, kebanyakan kalangan muda cenderung mengikuti

17/01/2023 20:57 - Oleh Administrator - Dilihat 27 kali
Rekonstruksi Perempuan dalam Mewujudkan Gerakan Spiritualitas dan Intelektual di Era Disrupsi

Oleh: Silfiana Nur Indah Sari*   Sesungguhnya Islam adalah ajaran yang hak dan sempurna yang diridai Allah Swt., untuk mengatur kehidupan umat manusia sesuai dengan fitrahnya seb

14/01/2023 13:18 - Oleh Administrator - Dilihat 50 kali
SMART PARENTING; SMK MUHAMMADIYAH 2 SEMARANG AJAK ORANG TUA PELAJARI POLA PENDIDIKAN ANAK

Oleh: Silfiana Nur Indah Sari*   Keluarga sebagai salah satu dari trisentra pendidikan adalah tempat pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga diharapkan senantiasa berusaha me

12/01/2023 19:41 - Oleh Administrator - Dilihat 45 kali
Rentannya Penggunaan Bahasa Jawa di Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Jawa

Program kerja Revitalisasi Bahasa Daerah (Jawa) sudah mulai digencar-gencarkan Balai Bahasa Jawa Tengah sejak beberapa tahun yang lalu. Sasarannya adalah para guru utama pilihan SD dan

26/09/2022 08:50 - Oleh Administrator - Dilihat 125 kali
Penjelasan Mendikbud Terkait 3 Aspek Asesmen Nasional Pengganti UN 2021

Kompas.com - 08/10/2020, 09:54 WIB   Penulis Albertus Adit | Editor Albertus Adit KOMPAS.com - Tahun depan (2021), Ujian Nasional (UN) resmi diganti oleh Menteri Pendidikan dan

10/10/2020 09:57 - Oleh Administrator - Dilihat 298 kali